Buku Panduan Melawan Bullying


25020


25020 Buku panduan melawan bullying Sudah Dong sudah berhasil disebarkan
Lindungi dirimu, keluarga dan sahabat dari tindakan bullying dengan mendownload buku panduan ini.
Anda juga bisa ikut melindungi mereka dari bullying dengan menyebarkan Buku Panduan Melawan Bullying Sudah Dong. Ayo cetak dan sebarkan Buku ini dilingkungan kalian. Semakin banyak disebarkan, semakin banyak orang terlindung dari bullying. Sehingga target 1.000.000 orang terlindung dari bullying bisa tercapai. Apabila anda telah mencetak dan menyebarkan Buku ini maka anda dapat mengisi formulir dibawah, agar kami dapat mengakumulasikan penyebaran buku tersebut. Terima kasih atas kontribusimu :)


DISTRIBUSI

Ini adalah peta distribusi Buku Panduan Melawan Bullying dari Sudah Dong

Berbagi Cerita

Bagikan kisahmu. Ceritakan bagaimana kamu menjadi korban bully, bagaimana kamu mengubah kebiasaan bully atau ceritakan pengalaman orang lain. kami akan mengunggah ceritamu disini agar lebih banyak orang yang belajar dari kisahmu. Terimakasih untuk partisipasimu dalam gerakan ini.

Nama

Email

Bagaimana Kisahmu ?

Almyra


aku pernah dibully hingga tas ku dibongkar oleh teman sekelas ku. sehingga aku tidak tahan dan memutuskan untuk pindah sekolah

Reza


Hai guys, gue mau cerita yang sekarang aja. Yg jaman SD, SMP mah lewat saja! Sekarang saat gue kerja selalu dipush untuk selalu perfect sama atasan  but nyatanya yang harusnya disalahkan adalah teamnya. Ga ada yang mau bantu dan cuman seneng leha2. Gue udah kerja keras dan kerja 12-13 jam lebih tapi tetep aja di marahin. Pertama dikerjaan gue ga dikasih secara tertulis tentang apa kerjaan gue, ya otomatis gue ngerjain yang sesuai gue tau dan sambil nanya2 juga. Tp tetep aja mereka bilang kurang. Pengen resign tp gue terikat kontrak karena gue disekolahin diluar negri. Gue selalu buat kesalahan karena kadang gue over capek sama kerjan yg bikin fisik sm otak jd lelah. Dan jahatnya masih aja ada yg sirik sm kehadiran gue di kerjaan, pengen gue keluar dari kerjaan dengan memanfaatkan kelemahan gue. Dan ya g bikin sakit hati saat ada principle dari spanyol, brand manager gue bilang kalau harus denger apa yang diomongin bule satu ini dan harus nyatet feedbacknya juga. Loh dari tadi   gue selalu tulis dan denger. Kesannya gue kaya anak kecil jd gue streess sendiri dimarahin terus. Bawaannya males ke kerjaan. Jujur ingin sekali cepat keluar dr kerjaan, tapi apa boleh dikata konteak masih lama. Pengen gitu bebas dr bullying ini. Semoga saya bisa kuat menjalaninya. Bunuh diri bukan alasan tepat!

Indah


Hi nama aku Indah.. Dulu waktu SD aku pernah mengalami bullying di sekolah ku. Ntah kenapa saat kenaikan kelas 2, aku berteman baik dengan salah satu anak yang terkenal di sekolah ku dulu. Kemudian ada salah satu teman yang nampaknya tidak suka akan hal itu. Ntah apa yg membuat nya kesal sekali, pernah saat pulang sekolah aku yang sedang berjalan menuju gerbang sekolah tiba-tiba saja kakak nya teman ku yg tidak suka sama aku datang menghampiriku, kemudian ia menendang keras tulang kering kaki kanan ku. Hingga aku saat sampai rumah hingga berhari-hari tidak berani bilang orang tua. Sampai suatu ketika saat sedang di urut akibat keseleo mama melihat bekas memar biru di kaki ku. Mulai sejak saat itu, aku tidak percaya diri lagi untuk bergaul. Cukup lama aku menjadi pribadi yang pendiam. Namun setelah memasuki masa SMA aku mulai bisa bergaul lagi namun tidak seperti dulu sebelum kejadian itu berlangsung. Saat ini aku duduk di bangku Kuliah, mengambil jurusan Desain. Dan apa yang terjadi saat aku kuliah? Ya bertemu dengan teman ku yang dulu kakaknya telah melukai ku. Dia masih menyimpan amarah. Buktinya saat tidak sengaja berpapasan ia memasang muka ketus. Takut? Tidak, karna secara fisik aku lebih tinggi dari dia hihihihi Dendam? Tidak juga, Tuhan sudah mengajari ku untuk memaafkan setiap orang yang sudah berbuat jahat. Jadi, buat kalian yang merasa jago di sekolah, yang suka main fisik, main kekerasan sama temen nya. Hellooooo gak jaman nya kaya gitu. Mau bersaing? Boleh tapi bersaing secara sehat dong itu kece bangett

Juna


Hi gue Juna, gue mau berbagi cerita tentang gue yang jdi korban bullying semasa duduk di kelas SD sampai SMA kelas 1. Mereka membully karena bukan perbuatan gue yang nakal  melainkan karena fisik gue yang gendut dan d tambah pemalu. Gue terkadang lebih banyak berdiam di kelas selama istirahat sekolah berlangsung di karenakan jika gue lewat lorong sekolah di depan pembully gue merasa takut. Terkadang gue di bully oleh banyak siswa laki2 malah itu yang membuat gue lebih bnyk berteman dengan teman perempuan. Bully dr yang halus dan kasar pernah gue rasakan dan pada puncaknya saat kelas 3 smp  dimana gue akan menghadapi Ujian Nasional. Pada saat itu guru pembimbing gue membully gue di depan teman2  dengan mengatakan gue anak yang gak di urus oleh orang tua sehingga nilai gue jelek. Terkadang gue gak habis pikir kenapa guru gue ngomong sprti sdgkan nilai akademis gue juga gak jelek2 banget bahkan ad yg lebih buruk. Mlah gue berpikir guru gue membela murid yang berduit d bandingkan gue yang sederhana. Karena gue bersekolah di SMP swasta yang mayoritasnya siswanya kaya dan saat itu guru2 smp meminta sumbangan untuk pembangunan sekolah di masa2 akhir2 gue ujian dan kebanyakan murid yang orang tuanya berduit di panggil pada saat itu. Pada saat itu gue binggung cm bsa meratapi diri sndiri saya mengalami depresi saat bbrapa hari mau Ujian Nasional, gue gak gak pernah cerita klau gue di bully d sekolah sm ortu bahkan saat gue SD gue meminta untuk pindah sekolh tanpa gue cerita sebabnya kenapa karena gue merasa takut. Tetapi di saat saya dewasa ad selalu sosok ibu yg selalu memberi suportt dan doa ke gue, sehingga kejadian puncak tadi menjadi tampran keras ke gue untuk bsa menjadi batu loncatakan lebih baik lagi. Pada saat llus SMP saya melakukan diet dan olahraga dan lebih rajin mengikuti kegiatan di luar sekolah. Akhirnya saya bsa kurus dengan 90 kg ke 55 kg dan benar stlah gue aktif  dan berubah fisik sangat jarang yang yang membully gue. Akan tetapi memb uat gue merasa diri agar tidak sombong dan menjadikan sebuah pljaran hidup. Kita jangan pernah terpuruk dan larut dari anggapan mereka     dan kita lwan dengan sesuatu postitif ya guys.

DNP


Hallo, saya punya kehidupan yang cukup akrab dengan bully. Saya punya teman waktu SD, dia sering dibully karena banyak hal salah satunya waktu SD dia dianggap lelet dalam menulis. Kemudian saya bersahabat dengannya, bukan karena saya kasihan, tapi menurut saya dia tidak punya kekurangan, dia adalah orang yang pintar setiap saya bermain ke rumahnya dia suka pamerkan buku koleksinya mulai dari yang lucu sampai serius. Saya senang bermain dengannya, tapi waktu kelas 5 ada guru yang baru tahu kalau teman saya dibully, beliau marah dan menanyai kenapa dia dibully? tidak ada yang menjawab, dan saya pun ingin menyampaikannya tapi saya takut nanti menjadi tambah buruk keadaannya. Kemudian dia bertanya siapa yang mau menjadi teman dia? kemudian ada yang bilang kalau saya teman dekatnya, kemudian saya dipuji. Namun, sayangnya setelah kejadian itu teman saya yang dibully marah pada saya puas kamu dipuji waktu di kelas tadi. Aku sedih, orang yang selama ini dekat denganku aku kira dia pe rcaya sepenuhnya denganku, tapi ternyata mungkin selama ini aku sebagai bumerang baginya. Kemudian saat saya kelas 6, saat pergi ke parkiran sepeda saya melihat seorang adek kelas perempuan dibully secara verbal oleh segerombolan anak laki-laki yang seumuran dengannya, padahal keliatannya tidak ada yg salah dengannya, wajahnya menurutku cantik,  jarang ada yang membully anak yang seperti itu. Tapi, saya tidak berani menolongnya, saya trauma nanti saya dipuji lagi dan dibenci sama anak itu, jadi saya biarkan saja tapi sampai sekarang hal itu adalah salah satu kesalahan terbesar dalam hidup saya. Sekarang di bangku kuliah malahan saya yang dibully, ketika nilai salah satu matkul saya baik, namun ada saja mereka yang suka menyindir saya, saya adalah orang yang berusaha ingin aktif dalam kegiatan kuliah, tapi setiap berpendapat saya pasti dikata-katain dengan teman saya dari belakang, saya jadi sedih dan tertekan. Saya menjadi perasaan takut dan tidak nyaman,  bahkan sampai hari ini saya depresi, rasanya sampai banyak mata kuliah yang tidak saya ikuti dengan baik, saya benar-benar tidak mau mengerjakan tugas untuk beberapa mata kuliah dan itu menyakitkan.....karena dari awal sebenarnya saya ingin berprestasi di tempat kuliah saya agar masa depan saya lebih baik, tapi rasanya semua buntu dan tak ada jalan keluar

Suryo


Waktu itu saya masih SMP kelas 3. Saya dibully karena mereka mengganggap saya sok pintar dan karena fisik saya yang kurang tinggi. Ceritanya, waktu itu ada pengumuman yg isinya akan diadakan lomba kebersihan antar kelas. Kebetulan setelah adanyanya pengumuman tsb, guru yang mengajar berhalangan hadir dan memberikan tugas dan tugas tsb harus dikumpulkan hari itu juga. Tetapi, ketua kelas menyuruh seluruh siswa di kelas untuk membersihkan kelas tanpa mempedulikan tugas yang diberikan guru itu. Saya tetap mengerjakan tugas yang diberikan guru sehingga tidak ikut bersih bersih. Tiba tiba seorang siswa populer di kelas saya memaksa saya untuk berhenti mengerjakan tugas dan membantu bersih bersih. Alhasil saya tidak bisa menyelesaikan dan mengumpulkan tugas pada hari itu juga. Keesokan harinya, guru yang memberikan tugas tersebut marah besar karena tidak ada seorangpun yang mengumpulkan tugas tsb kemarin. Saya yang kebetulan duduk didepan kemudian ditanyai oleh beliau, saya menjawab bahwa sebenarnya saya sudah mencoba mengerjakan tetapi dipaksa untuk ikut membersihkan kelas oleh (sebut saja A). Beliau langsung marah besar kpd A. Beberapa hari kemudian, A mulai mengajak teman2nya untuk membully saya. Mereka membuat teman sekelas lainya menjauhi saya. Mereka selalu menjelek-jelekkan saya saat maju di depan kelas baik saat berkelompok maupun sendiri. Lama kelamaan, tidak ada yang mau berkelompok dalam pelajaran karena tidak mau kelompoknya dijelek-jelekan karena ada saya sbg anggotanya. Secara tidak langsung mereka membuat saya dikucilkan. Setelah saat itu hampir semua teman sekelas saya menjauhi saya. Mereka secara rutin mengejek saya sampai hampir mendekati UN. Puncaknya adl beberapa minggu sebelum UN. Saya pun hampir malas datang ke sekolah. Untunglah ada beberapa sahabat saya (yang berbeda kelas di sekolah) yang mau membantu dan memberi saya semangat. Saya tidak pernah berani memberitahukan hal ini pada orang tua saya, karena saya tidak tega melihat orang tua saya sedih karena anak mereka dijelek-jelekkan di sekolah. Terimakasih untuk sudahdong.com yang telah memberikan saya tempat untuk berbagi kisah. Semoga cerita saya dapat membantu kalian semua terhindar dari bully.

WM


Akhirnya saya bisa berbagi cerita saya disini. saat ini saya duduk di bangku perkuliahan di salah satu universitas yang katanya "hanya orang terpilih yang bisa diterima". namun slogan tersebut tidak sama dengan anak-anaknya yang ternyata bukan anak-anak terpilih karena masih bergaya, sok berkuasa, belagu dan borjuis. dan baru kali ini saya merasakan bullying itu menekan kehidupan saya. saya tidak pernah di perlakukan kasar secara fisik atau verbal, namun lebih kepada batin saya tertekan karena adanya intimidasi dari golongan yang superpower. di tempat saya menimba ilmu sekarang ini. Terkesan standar tapi adanya golongan-golongan superpower yang terdiri dari berbelas-belas orang dan menggabungkan dirinya di satu media komunikasi sosial membuat saya insecure, karena orang-orang diluar grup mereka akan membicarakan "kami" orang-orang yang hanya bisa pasrah dijadikan bahan omongan dibelakang walaupun pada kenyataannya pembicaraan mereka tidak selalu benar. Jujur saja, saya merasa mereka tidak dewasa. Cyber bully pun pernah sa ya dapatkan, paling sering sekarang saya rasakan lewat sindiran di caption social media mereka. Hal tersedih, dulu saya masih menjadi bagian  dari pertemanan mereka dan hal-hal privasi kami sering berbagi namun tiba-tiba hal berbalik,saya ditusuk dari belakang dan mereka membicarakan saya. Pada intinya saya hanya ingin menyarankan teman-teman yang membaca untuk tidak salah berteman dan jangan pernah terlalu percaya sama orang lain, lebih baik bercerita kepada keluarga daripada dengan orang lain. karena mereka bisa membesar-besarkan ceritamu dan membuat rumor dari hal tersebut. Bersikaplak dewasa karena semakin bertambah usiamu semakin kamu akan mendapat cobaan pula.

Caca


Waktu itu aku kls 1 SMP Aku pernah di Bully, Mereka banyak yang suka bgt ngatain aku item, suka malakin aku :( Bahkan ada 1 Guru di SMP Aku, Guru IPA klo gak salah. Dia juga ikut" Bully aku :( Inget bgt gimana mereka sering beda"in aku sama yg lain. Ssampe akhirnya di pertengahan kls 2 SMP aku minta pindah ke Tempat Eyang aku. Dan Alhamdulillah nya sampai sekarang temen" aku disini welcome sama aku.

Mimi


Ini kejadian waktu aku smp kelas 2. Ada geng cewek yang emang termasuk yang berpengaruh di kelas. Alasan mereka bully aku itu, katanya aku sok pinter lah, songong dll. mereka bully.nya itu seperti : nyuruh anak-anak jangan ada yang mau ngomong sm aku, jngn berteman sm aku, jngn deket-deket sama aku, plus beberapa makian yang tiap hari aku dapatkan. pernah dulu, ada tes bahasa inggris dimana yang menilai itu anak kelas, dan mereka mempengaruhi anak-anak kelas supaya ngasih aku nilai jelek... selama proses bully itu, aku ngerasa males bgt pergi sekolah. tiap pulang sekolah nangis. sampai akhirnya aku minta pindah sekolah sama orang tua, tp orang tua nasihatin kalau kamu harus kuat, kamu harus bales perbuatan mereka dengan prestasi. tunjukkan walaupun mereka bully kamu, kamu masih tetap kuat dan berprestasi.. dan akhirnya aku bisa tunjukkan kepada mereka semua, kalau aku masih tetap berprestasi walau mereka bully aku. dan aku bersyukur, mereka yang pernah bully aku, ga bisa masuk sma ku,

Dyah Kencanawati


Dulu waktu kelas 2 smp saya di bully sama teman karena hal sepele yaitu  mau minjam penghapus pensil segala macam lalu tidak dikembalikan oleh teman saya ini ,beberapa kemudian lalu mereka  palak saya  minjam uang saya , dilempar pakai sampah sampah di depan kelas lalu saya sudah  merasa kecewa , nangis sampai sampai orang tua saya melaporkan kejadian ini ke guru sampe kepala sekolah di kasih jera agar tidak ada kejadian yang sama terulang lagi ......... beberapa tahun kemudan saya masuk di SMK Negeri bali akhirnya saya mendapat teman baru yang bisa memahami isi hati saya bikin nyaman , ceria , bahagia ....     tetapi masih ada sih bully gitu disekolah dianggap sederhana .......... INI Cerita Saya Sekian dan terima kasih

Dira Ariza


Dulu sewaktu saya kelas 6 SD di salah satu SD Favorite di kota saya. Tiada yang mau berteman dengan saya karena saya lambat dalam melakukan segala hal dan karena penampilan saya yang kurang menarik. Saya pikir guru saya akan membantu, tetapi sama sekali tidak guru saya sewaktu itu juga ikut membully saya dengan meledek saya lelet,lazy,bodo banget sih. Saya sempat merasa tidak ada guna nya bersekolah hingga saya sempat malas masuk sekolah padahal menjelang UN, saya sedih sekali dan sempat berfikir untuk pergi selamanya. Tetapi, karena waktu itu saya hanya bisa berdoa kpd Allah, saya selalu meminta kepada-Nya agar segera diakhiri dan semoga cepat lulus. Seakan-akan seperti keajaiban dan Alhamdulilah doa saya terkabulkan, di SMP baru saya banyak teman-teman yang setia dan asyik serta guru-guru yang berkualitas. Dari pengalaman saya, saya belajar bahwa jangan sekali pun meremehkan kekuatan sebuah doa sekecil apapun dan walau pun saya pernah di bully sekejam itu saya tidak akan mau menjadi pembully karena itu hanya akan merusak mental bangsa. Stop Bullying!

Ade


Halo, ini mungkin pertama kalinya gue bisa cerita via dunia maya tentang bagaimana gue dibully. Gue mengalami tindakan bully saat di kelas 2 SMP. Saat itu gue berumur 13 tahun. Karena umur gue 13 tahun itu sampe-sampe gue menganggap angka tersebut tidak menguntungkan bagi gue. Padahal hal kayak gitu kan bisa terjadi kapan aja. Mungkin kalo gue bilang, kejadian saat itu bikin gue sangat down dan untuk ngobatin atas tindakan bully butuh waktu yang lama. Gue gak mau cerita ke orang tua ataupun kakak gue karena gue takut nanti masalahnya tambah besar. Setiap pagi, rasanya berat banget untuk ke sekolah. Gue berasa sekolah adalah tempat yang sangat nakutin bagi gue. Orang-orang yang membully gue adalah sekumpulan orang-orang yang dikenal "POPULER". Banyak perilaku mereka yang menyakitkan gue. seperti : gue diteriakin korupsi (saat itu gue bendahara), pernah tugas print-out mata pelajaran Geografi gue  di coret-coret pake Tipe-X dan diganti oleh salah satu nama mereka, pensil gue ditempelin pake Tipe-X di meja dan otomatis tangan gue belepotan sama tipe-X  pas ngambil pensil tersebut, dan pernah disaaat gue minta dana sukarela untuk fotokopi (kalo gasalah), salah satu dari mereka ngasih duitnya dengan cara melempar ke kotak gue mintain duit. Efek dari Bullying, sangat amat lama bagi gue. Di kelas 1 SMP, gue termasuk murid yang percaya diri dan berprestasi. Ketika gue masuk kelas 2 SMP, kepercayaan diri gue ilang. Sehingga klo lagi presentasi, atau berbicara di depan umum, gue merasa kekhawatiran yang berlebih. Gue merasa disaat gue berdiri didepan, pasti ada yang ngomongin gue. Oleh karena itu, gue tuh selalu sebel kalo ngeliat gerombolan anak-anak "POPULER" di sekolah karena sikap mereka. Tapi syukur Alhamdulillah, perlahan gue mulai mengalami keberanian walaupun tidak signifikan. Pernah, suatu hari ketika gue udah SMA, gue jualan suatu barang gitu, dan ada temen gue yang komentar terkait barang yang gue jual. Dan langsung saat itu gue langsung down. Tapi gue dikasih stimulan oleh temen gue. Dia bilang gini "Masa lo kayak gini aja takut?" Denger dia bilang kayak gitu, gue langsung semangat. Walaupun gue gak lanjutin jualannya, gue tetap teringat sama kata-kata temen gue itu kalo jangan gampang nge-down. Dan sekarang diperkuliahan kepercayaan diri gue udah mulai bangkit lagi dengan beberapa kegiatan kayak bantuin dosen gue ngajar danmenjadi penanggung jawab di beberapa mata kuliah. Hal itu ngebantu gue banget buat memberanikan diri buat ngomong di khalayak umum. Terimakasih sudahdong.com. Semoga dengan cerita gue ini, gue bisa membangkitkan semangat ke kalian korban bullying. Inget bahwasannya, banyak kok orang yang sukses akibat bullying. Dan tetep maju terus.  STOP BULLYING !

Nurul


Pengalaman yang unpleasant ini aku alamin waktu aku kelas 3 SD, ketika ada anak pindahan baru yang notabenenya berasal dari keluarga broken home dan lingkungan yang nakal. Anak pindahan ini mulai memb-bully teman-teman dengan bercandaan dan bertindak sebagai jagoan. Mungkin lingkungan di rumahnya yang membuatnya seperti itu. Lalu karena fisikku yang menurutnya aneh, aku pun dibully paling parah. Mulai dari kelas 3 SD dia mulai mengolok-ngolokku, parahnya dia menyuruh seluruh anak lelaki di kelas untuk ikut mem-bully, walhasil setiap ada anak itu seluruh anak lelaki itu mengolok-ngolok aku. Bahkan sepupuku sendiri. Sedih. Mereka tidak berani melawan. Kalau melawan akan mendapat tindakan fisik, meniru show Smackdown yang sedang marak ketika itu. Bukan hanya di sekolah, di rumah pun kadang aku mendapatkan disikriminasi karena aku bukan anak kandung. Krisis identitas ditambah bullying di sekolah membuat kadar percaya diriku merosot hampir ke nol derajat.  Akibatnya aku selalu dis orientasi setiap mereka mengolok-ngolok dan ketika aku tahu mereka akan mengolok-ngolok, berupa pening yang berlebihan dan keringat dingin seperti mau pingsan. Walau begitu alhamdulilah aku selalu punya teman-teman terdekat yang tidak terpengaruh untuk mem-bully-ku. Tapi pengalaman tiga tahun di-bullying meninggalkan luka yang dalam di diriku. Aku selalu gugup berlebih ketika menunggu namaku dipanggil atau diharuskan presentasi ke depan kelas atau berbicara di khalayak umum. Ternyata aku mengalami phobia sosial. Dan rasa takut itu terus mengegorogotiku dari dalam. Namun aku berpikir kalau aku menyerah pada rasa takut itu, aku tidak pernah bisa membuktikan kepada mereka yang telah mengejekku dan tidak pernah mendapat kesempatan untuk membalas budi mereka yang telah berbaik hati padaku, so i fight back:) Meski masih sering mengalami phobia tapi sekarang sudah berkurang banyak. Saran aku, untuk korban bully, jangan menyerah! Fight back! Motivasi diri kamu untuk tidak takut. Kam u itu spesial. Kita semua dilahirkan unik dan berbeda, jangan hancur kalau kamu diejek karena kamu berbeda. Sedih, nggak apa-apa, tapi sehabis sedihmu itu lekas tegakkan kakimu yang telah tertekuk dan ambil hikmahnya:) Surround yourself with your passion and good people. Aku yakin seseorang yang mahir dengan passionnya, terlihat keren di mata orang lain. Pada akhirnya, kamu akan berada pada titik kamu "lebih beruntung" dibanding orang yang suka membully kamu, percaya deh, soalnya aku ngalamin kayak gitu. Lawan! :-)

Alisha Deeba


Waktu kelas 4 saya dibully dgn sekelompok geng, mereka ngebully saya karena saya pendiem, ceramahan dan juga cupu. Saya pengen bilang ortu tapi takut dan sya anggep bully hanya masalah anak sekolah, tapi ternyata smakin lama saya naik kelas mereka semakin parah dan lebih bertingkah kurang ajar dari biasanya. Pengen bgt pindah sekolah tapi saya gk mau ngerepotin ortu saya, jadi saya cuma bisa sabar. Beruntung saat smp mereka gk skolah bareng saya, dan ternyata tantangan smp lebih susah dri saya duga, saya takut dibully lagi apalagi saya orangnya pendiem. Dan betul dugaan saya, sedikit teman ada yg ngejauhin saya dgn alesan gk seru.

Nisma Hanim


aku sudah dibully sejak SD. aku suka diejek sama adik kelas,terkadang sama teman-teman. dan ini terus berlanjut sampai aku masuk SMP. aku juga merasakan hal yang sama. terkadang,aku juga dijahili teman-teman. kadang barang-barangku disembunyikan,kadang juga aku disakiti secara fisik. aku pernah dicubit,terus dipukul juga. dan sekarang aku sudah SMA. aku masih diperlakukan seperti itu oleh teman-temanku,tapi tidak semuanya.

April


Iya... Dibulli itu emang nggak enak saat masa anak-anak. Itulah masa lalu saya waktu kecil dan sudah saya lupakan dan juga orang yang membulli saya sudah saya maafkan :) Karena mereka saya jadi sekarang ini. Orang yang mudah menerima, memaafkan dan mencoba untuk menjadi orang baik. Meskipun perasaan terus melawan tapi tetap tidak bisa, karena mungkin pencarian karakter diri yang saya dapat adalah menjadi pribadi yang lebih suka damai daripada bertengkar. Iya kalau anak yang dibulli punya sifat kayak saya. Kalau tidak! Malah jadi apa? Karena sebetulnya dulu saya pingin jadi pembunuh bayaran cita-citanya. ekstrimkan... :) maklum banyak baca novel  sadis dan jiwa pendendam. Untungnya ada Tuhan. Karena Tuhan mengajari untuk membalasnya dengan kebaikan. Jadi ceritanya begini, waktu smp saya masuk dikelas unggulan. Mereka yang masuk kelas unggulan adalah orang kaya dan pintar tentunya. Saya masuk diunggulan tapi saya bukan orang kaya, saya hanya anak seorang janda dan hanya seorang petani. Saya nggak cantik, dan maaf saya juga cacat fisik. Di kelas 1 smp, setelah kecacatan saya diketahui banyak teman, tidak ada anak yang berteman dengan saya, bahkan tetangga dan teman sd saya yang sama-sama masuk unggulan. Dan ada anak laki-laki yang yeyek sama saya, dibulli kata-kata setiap hari itu menyakitkan. Nangis deh kalo ingat. Trus diakhir kelas 1 nilai saya jeblok dan saya harus ditendang dari unggulan. Saya sangat senang ditendang dari unggulan, kenapa? Karena dikelas lebih diterima, mereka open sekali, mereka juga ada yang kaya. Tapi kata ibu saya waktu ambil rapor, ibu nggak merasa minder, karena orang kecilnya banyak.. :) Di kelas biasa ini, saya bisa juara. Saya bisa memiliki teman. Namun, kelas 3 saya   harus kembali ke unggulan  dan bertemu dengan mereka yang membulli saya. Antara sedih juga senang, tapi apadaya Yang kuasa berkehendak lain. Dan akhirnya meskipun mereka menerima,tapi tetap yang membulli saya masih tidak bersahabat, hal ini juga berpengaruh sekali dengan nilai saya, trauma dengan mereka tidak bisa dipungkiri. Jatuh lagi nilai saya, kelulusan harus puas dengan nilai pas-pasan. Karena itu waktu jadi guru, saya selalu bilang ke murid murid saya yang dibulli. "Jangan dimasukan ke hati, jangan balas mereka saat ini, tapi balas mereka dengan kesuksesanmu dimasa datang" Dan untuk yang  sering membulli, saya biasanya memesan ke mereka " dikehidupan mendatang belum tentu kamu bisa bahagia menghina temanmu, atau mungkin kamu yang akan dihina, kita lihat saja nanti" Itulah pesan yang biasanya saya sampaikan ke murid saya dulu.

Amalia


Saya adalah seorang siswa yang sempat atau mungkin masih menjadi korban bullying oleh 'teman-teman' terdekat saya sendiri. Awalnya, saya cuma menganggap itu semua tidak lebih dari suatu candaan dan untuk seru-seruan saja. Tapi ternyata mereka terus mengulanginya. Berjalan mengitari kelas-kelas dengan dandanan konyol yang mereka buat, mengakui perbuatan buruk yang sama sekali tidak pernah saya lakukan (walau mereka tahu saya tidak melakukan hal itu), curhat sehari penuh tanpa mau mengerti situasi di rumah saya dll, 'titip' mengerjakan tugas ke saya, dan masih banyak lagi. Saya memang orang yang cenderung mengalah kepada teman karena saya akan merasa sngt gelisah ketika terlibat pertengkaran/perselisihan dgn teman saya. Tapi bukannya mndpt kedamaian, saya malah dibully habis-habisan smpai hampir setahun. Saya juga jadi sngt sering bohong kpd ortu, padhal orang tua saya sngt pengertian sehingga saya tidak prlu bohong untuk meminta sesuatu. Setelah itu kami pisah kelas dan saya m enjauh agar tidak dibully lagi. Justru dampaknya sangat terasa ketika itu. Tiap waktu saya ingat, saya selalu berfikir tdk ada teman dekat yg bisa dipercaya, selalu ingin menyakiti diri saya dan menjadi seorang yang terlihat sngt buruk dgn berharap mereka akan sadar dan menyesal. Selain itu, sekarang saya menjadi pribadi yang jauh lebih pendiam dan tertutup serta anti dengan medsos yang menyediakan layanan private messages. Sekarang saya kehilangan kepercayaan diri saya. Dalam pola pikir saya sekarang, saya harus selalu menemukan lingkungan serta orang-orang yang baru demi terhindar dari resiko bullying. Harapan saya, semoga kedepannya saya tidak akan pernah terjebak dalam situasi seperti ini serta segera sembuh dari bayang-bayang bullying untuk masa depan yang bahagia

Saatnya lakukan sesuatu!

Liputan Media

  • Sudah Dong
  • Sudah Dong
  • Sudah Dong
  • Sudah Dong
  • Sudah Dong
  • Jakarta Post
  • speak magazine
  • media indonesia
  • majalah dewi
  • metro tv
  • o-channel
  • okezone
  • berita satu
  • antaranews.com
  • bisnisdotcom
  • LogoSWA_400x901
  • Logo_Sindonews
  • logo indopos
  • tempo-eng
  • jawapos_logo2
  • logoSUARA
  • logo_CG
  • logo-tribunnews.com
  • logoNova
  • logo-republika-online-rol-_130325191841-764
  • logo liputan 6