Pantau Komunikasi Dunia Maya Sejak Dini

KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia

021-319 015 56


Komisi Perlindungan Anak Indonesia, disingkat KPAI, adalah lembaga independen Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam rangka meningkatkan efektifitas penyelenggaraan perlindungan anak. Keputusan Presiden Nomor 36/1990, 77/2003 dan 95/M/2004 merupakan dasar hukum pembentukan lembaga ini


0
0

Assalamu'alaikum

Perkenalkan saya Bagus Rahmadi, umur 31 tahun, asal kota Bandung.

     Sebelum bertanya saya ingin menyampaikan sedikit pemikiran saya, zaman sekarang teknologi sangat canggih dan akan makin canggih, salah satunya smartphone yang keadaannya sudah seperti "kacang goreng" di bumi ini. Dari yang sebelumnya hanya mempunyai fungsi terbatas, hari ini smartphone sudah menjadi "nasi dan lauk pauk" bagi manusia. Salah satu fitur yang saya akan tanyakan adalah di dalam fitur game smartphone.

     Saya gamer (tidak professional), tapi dari kecil sampai sekarang saya masih suka main game, console, pc, juga smartphone. Tapi ada hal miris yang sangat jomplang sewaktu saya jadi gamer saat muda dan sekarang. TOXIC GAMINGistilah ini baru saya pahami beberapa minggu lalu, dan saya dapatkan karena saya sedang bermain salah satu game online di smartphone (saat sekarang game serba online, console, pc, apa lagi smartphone), tidak akan saya artikan secara detail apa itu TOXIC GAMINGkesimpulannya adalah pelaku/player/pemain game yang merugikan player lain/team dalam game online dengan bermacam cara, salah satunya yang sangat saya sorot adalah bullying secara verbal (massage dalam game atau berbicara memakai voice chatt dalam game). Menurut saya yang masih awam dan dangkal hukum, apakah tidak ada undang undang yang TEGAS dan PENGAWASAN yang massive untuk developer game, dalam hal bullying verbal dalam game? apakah ada peraturan legal sah secara hukum untuk developer/pembuat game dalam hal komunikasi, nilai pendidikan dan norma norma yang harus dipatuhi sebelum game itu dibuat dan dipublikasi luas?

      Saya bertanya dan tidak juga menutup mata, sebagai gamer saya mengakui dan tetap apresiasi, para developer game sudah membuat fitur mulai dari rate umur, hingga fitur pengaduan perilaku player yang merugikan player lainnya. Tapi jika saya perhatikan sebagai manusia dan gamer amatir, punishment yang dibuat dalam game game (khususnya bagi bullying) TIDAK EFEKTIF, karena sebagian besar hanya pengurangan point dalam game yang dalam 5-10 menit ke depan point tersebut akan kembali utuh, dan bullying pun terus menjamur (menular) dan terjadi. Salah satu game online dalam smartphone yang sangat saya sorot adalah Mobile Legends, game ini sangat bagus secara gameplay dan grafik, seru, menghibur, game dengan fan base yang mendunia, tapi sayang SANGAT SANGAT BANYAK TERJADI BULLYING dalam game ini.

     Tidak harus saya sebutkan seperti apa, yang jelas semua kata yang tidak seharusnya, "ada" saat kita bermain game ini (contoh bullying verbal dalam game ini bisa anda lihat di youtube atau mungkin tanya kepada orang terdekat anda yang bermain game ini), pertanyaan lagi dari saya, tidak terpikir kah efek dari bullying ini oleh developer game?, atau mungkin developer game menganggap hal ini hanya klise dan hal yang lumrah karena bukan hanya game ini yang banyak TOXIC GAMING?, yang jelas saya ingin mengajak sesama kaum manusia yang masih 'waras' dan punya nilai budaya yang luhur, juga gamer Indonesia, ayo kita sama sama massive mengawasi, memperingati, edukasi, mengingatkan, dan merangkul bahwa kita manusia (bukan binatang), kita Rakyat Indonesia yang mempunyai Undang Undang dan berbudi luhur, kita Rakyat Indonesia yang taat kepada agama, dan game saat ini bisa jadi wadah pemersatu bangsa, bukan ajang saling menghina, juga harus adanya edukasi dini sebelum membeli gadget, karena gadget saat ini tidak memandang umur untuk pemiliknya, ayo sebelum kita punya smartphone diri kita dahulu yang harus lebih smart dari teknologi itu sendiri, untuk para orang tua saya sangat mohon pengawasannya saat anak anak anda sedang bermain game, untuk gamer yang sudah mengerti dan sudah dewasa sekali lagi saya ingin kita saling mengingatkan, kita manusia Rakyat Indonesia yang mengetahui Undang Undang (hukum), beragama dan berbudi luhur, juga bermartabat.

 

PS: 1. TOXIC GAMING TIDAK TERJADI HANYA DI MOBILE LEGENDS TAPI DALAM GAME ONLINE LAINNYA.

        2. Ini pertanyaan, keluhan serta kritik dari saya seorang gamer yang bermain juga Mobile Legends (yang hingga saat ini ini saya  masih bermain game tersebut).

  • You must to post comments
Showing 0 results
Your Answer
Post as a guest by filling out the fields below or if you already have an account.
Name*
E-mail*
Website