Menilai Bullying

Menilai Bullying

Rate this post

Penilaian-seperti survei-dapat membantu sekolah menentukan frekuensi dan lokasi dari perilaku bullying. Mereka juga dapat mengukur efektivitas pencegahan dan upaya intervensi saat ini. Mengetahui apa yang terjadi dapat membantu staf sekolah memilih strategi pencegahan dan penanganan yang tepat.

Penilaian melibatkan sekolah atau anggota masyarakat-termasuk mahasiswa-tentang pengalaman dan pemikiran mereka yang berkaitan dengan bullying. Surat ketetapan direncanakan, dengan tujuan tetap, dan menggunakan alat-alat penelitian.

 

 Penilaian yang Dapat Anda Lakukan:

  • Mengetahui apa yang terjadi. Orang-orang dewasa meremehkan tingkat bullying karena anak-anak jarang melaporkannya dan itu sering terjadi ketika orang dewasa tidak berada di sekitar mereka. Menilai bullying melalui survei anonim dapat memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang sedang terjadi.
  • Upaya yang dilakukan untuk mencapai target. Memahami tren dan jenis bullying di sekolah dapat membantu Anda merencanakan upaya pencegahan bullying dan intervensi.
  • Tolak ukur penilaian. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah upaya pencegahan dan intervensi Anda bekerja dengan mengukur hal tersebut dari waktu ke waktu.

Suatu penilaian dapat mengeksplorasi beberapa topik tertentu mengenai bullying, seperti:

  • Frekuensi dan jenis bullying
  • Respon orang dewasa dan teman sejawat
  • Lokasi paling rawan terjadi bullying
  • persepsi dan sikap staf di sekolah tentang bullying
  • Aspek sekolah atau komunitas yang dapat mendukung atau membantu menghentikannya
  • Persepsi siswa tentang keselamatan
  • Situasi sekolah

 

Mengembangkan dan Menerapkan Sistem Penilaian

Sekolah dapat memilih untuk menggunakan survei besar-besaran untuk menilai bullying. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Pilih sistem survei. Ada banyak survey gratis, terpercaya, dan divalidasi alat penilaian yang tersedia. Pilih satu set langkah-langkah yang mencakup pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab, sesuai dengan usia yang tepat, dan dapat dijawab dalam jumlah waktu yang wajar.
  • Mendapatkan izin orang tua sebagai persyaratan yang anda butuhkan. Beberapa memungkinkan persetujuan pasif, yang lainnya memerlukan persetujuan aktif. Menurut pedoman federal, minimal, setiap tahun Dinas Pendidikan Daerah (LEA), harus memberitahu orang tua tentang survei dan kapan waktu pelaksanaannya. Orang tua memiliki hak untuk memberi izin atau tidak untuk mengikuti survei. Orang tua juga memiliki hak untuk memeriksa dan meninjau survei sebelum diberikan kepada anak mereka.
  • Mengadministrasikan survei. Staf sekolah tentunya adalah pihak yang paling tahu bagaimana melaksanakan survei di sekolah, tapi beberapa tips ini dapat membantu:
    • Mengelola survei di awal tahun ajaran. Jadwalkan survei setelah siswa melakukan rutinitas sekolah namun masih ada waktu untuk mengembangkan upaya pencegahan di sekolah.
    • Menilai setidaknya sekali setiap tahun ajaran. Beberapa sekolah biasanya mengadakan survei untuk siswa pada awal dan akhir tahun ajaran untuk melacak perkembangan aktivitas dan rencana untuk tahun berikutnya.
    • Tentukan siswa mana saja yang akan disurvei untuk memastikan hasil yang signifikan secara statistik. Sekolah dapat memilih survei secara menyeluruh atau survei dari kelas tertentu.
    • Rencanakan untuk mengelola survei ketika semua siswa dapat mengikuti survei dalam satu waktu. Hal ini akan mengurangi kemungkinan bahwa mereka akan berdiskusi untuk menjawab dan mempengaruhi jawaban satu dan lainnya.
  • Menganalisis dan mendistribusikan masalah yang ditemukan.
    • Pastikan Anda terus melindungi privasi siswa dengan memastikan bahwa tidak ada informasi pribadi yang dapat diakses secara bebas.
  • Pertimbangkan agar hasil survei akan dibagi dengan guru, orang tua, dan siswa.

Comments are closed.